Polemik Pemblokiran Situs Broker Forex Di Indonesia

Kenapa banyak broker forex di blokir oleh KOMINFO dan bahkan OJK mengkategorikan broker forex tersebut dalam kategori investasi bodong, benakah broker forex tersebut bodong atau ilegal?

Begini, untuk menjawab hal ini sebenarnya sangat mudah karena memang pemerintah Indonesia juga memiliki kepentingan tersendiri.

Kenapa Situs Website Broker Forex Asing Di Blokir Pemerintah?

Alasan utama sebenarnya adalah pajak. Ya, kamu pernah dengar tentang Google dan Facebook akan di blokir oleh pemerintah dan Kominfo? Silahkan cari referensi beritanya di internet. Jangankan broker forex asing, raksasa internet Google dan Facebook saja akan di blokir jika tidak mau mendirikan kantor cabang dan membayar upeti pajak di Indonesia.
Yap, alasan utama pemblokiran situs website mereka adalah pendapatan upeti pajak. Bukan karena broker forex tersebut bermasalah.
Baca rekomendasi : robot autopilot forex

Apakah Benar Broker Forex Yang Di Blokir Pemerintah Itu Investasi Bodong?

Begini, investasi bodong itu adalah jenis investasi yang tidak memiliki izin resmi untuk beroperasi. Baik itu izin dari pemerintah setempat atau bahkan izin internasional.
Sedangkan broker forex yang di blokir oleh pemerintah umumnya adalah broker asing yang memiliki lisensi dan izin operasi Internasional yang di terbitkan oleh lembaga atau institusi keuangan dibawah ini :

FCA (Financial Conduct Authority)

Financial Conduct Authority (FCA) adalah badan regulasi keuangan yang bertugas mengawasi dan mengatur perusahaan-perusahaan penyedia jasa finansial dan melestarikan integritas pasar finansial yang berkantor di Inggris.
FCA didirikan pada tahun 2013 untuk menggantikan Financial Services Authority (FSA) yang sebelumnya berperan sebagai regulator bidang keuangan tetapi mengalami restrukturisasi pada saat itu. FCA dibentuk berdasarkan Undang-Undang Inggris, tepatnya the Financial Services Act 2012, tetapi beroperasi secara independen sebagai sebuah perusahaan yang terpisah dari sistem pemerintahan.
Berdasarkan the Financial Services Act 2012 yang efektif mulai tanggal 1 April 2013, kewenangan FSA dipecah menjadi dua badan, yaitu Prudential Regulation Authority (PRA) dan Financial Conduct Authority (FCA).
Berdasarkan pembagian tugasnya, FCA memiliki kewenangan untuk meregulasi tindakan-tindakan terkait pemasaran produk-produk finansial, mendefinisikan standar minimum layanan dan persyaratan-persyaratan dalam pemasaran produk, serta menginvestigasi, melarang, atau memberikan instruksi khusus pada organisasi dan individu penyedia produk/layanan finansial di Inggris, termasuk di bidang forex (dalam istilah Inggris, Spread).

Broker Forex yang teregulasi FCA perlu memenuhi banyak persyaratan, diantaranya:

1. Menjamin kualitas bank tempat dana klien disimpan, dan terus memantau kesesuaian kualitas bank tersebut dengan pemenuhan persyaratan regulasi. Bank juga harus teregulasi.
2. Menyimpan dana klien dalam rekening terpisah dari tempat penyimpanan dana perusahaan (Segregated Account), dan dana klien harus diperlakukan terpisah dari aset-aset perusahaan.
3. Memberikan laporan keuangan berkala secara reguler ke FCA dan menjalani audit tahunan.
4. Mengasuransikan dana klien di Financial Services Compensation Scheme (FSCS) yang bisa memberikan kompensasi dana klien dalam jumlah tertentu apabila perusahaan mengalami likuidasi atau kebangkrutan.
Bagi para broker, regulasi dan lisensi yang di terbitkan oleh FCA menjamin legalitas operasional mereka secara Internasional. Sedangkan bagi para trader forex, teregulasinya sebuah broker di FCA memberikan jaminan ekstra akan eksistensi perusahaan (bukan scam), keamanan dana, dan standar kualitas layanan.

Kenapa Broker Forex Asing enggan untuk membuat lisensi yang di terbitkan Bappebti?

Kalau menurut pandangan pribadi saya sih alasan broker-broker asing enggan untuk membuat lisensi yang di terbitkan Bappebti karena kredebilitas Bappebti masih jauh di bawah standart FCA.